Profesi Keuangan

Tunduhan Satir Terhadap Pelaku Bisnis Akuntan Publik

Tunduhan Satir Terhadap Pelaku Bisnis Akuntan Publik

Waktu ada acara Webinar terkait audit Dana Kampanye , seorang Pembicara yang juga pengurus IAPI mengatakan, "Jika ada tim KAP yang domisilinya tidak sama dengan KAP kemungkinan itu tim Freelancer" tuduhan ini mungkin gak sepenuhnya salah tapi tidak seharunya megeneralisir begitu.

Beliau ini terlalu bersemangat atau kurang analisa dalam berbicara atau memang karena faktor umur sehingga lupa. saya mau kasih data rilisan IAPI sendiri terkait sebaran KAP.

untuk memudahkan beliau membaca ini kami buatkan summarynya

melihat sebaran yang tak normal ini maka sewajarnya AP dan KAP akan menjalin kerjasama entah dengan kawan kuliah atau kawan sejawat yang di kenal untuk mengelola potensi klien wilayah mereka. Jika CPA Non AP di awal diberi kepercayaan untuk membuat cabang KAP tanpa signing mungkin tuduhan sarkas ini gak muncul dari seorang pembicara yang katanya sudah malang melintang di dunia Akuntan Publik. untuk menurus izin Konteks domisili jika di buktikan dengan KTP aturan yang sangat tidak relevan.

Kadang memang miris kalau Regulator juga Pemain dilapangan kadang kebijakan yang dibuat rasanya gak memikirkan kepenting publik secara umum karena mereka dalam membuat kebijakan akan memikirkan bisnisnya akan terganggu atau tidak dan itu sudah lumrah, jika seseorang bikin kebijakan dan dalam kebijakan tersebut mereka juga ikut di atur maka susah objektifitasnya dipercaya.

Seharusnya AD/ART IAPI itu dirubah pengurus IAPI harus relah pensiun untuk tidak menjadi Partner di KAP baik secara sig maupun bergabung secara nama ini baru adil sehingga pengurus bebas dari keputusan bias dalam memutuskan  kebijakan yang di pakai publik. AP aktif dilarang untuk menjadi pengurus IAPI, jika ingin menjadi pengurus maka mereka harus bersedia pensiun sign di kantor AKuntan Publik.


Menilik dari sisi industri,Bayangkan jika sebaran KAP seperti ini maka Industri di Indonesia ini akan terbebani dengan beban Audit yang mahal karena semua Auditor Harus di datangkan dari Jakarta dan mereka harus menyediakan fasilitas untuk para audito baik secara langsung langsuang atau sudah terakumulasi dalam fee audit, sedangkan KAP dari Jakarta mengembangkan tim di daerah di tuduh membina frelancer tidak diberikan solusi kebijakan yang jelas yang harus diikuti. Seharusnya ini difikirkan solusinya bukan menuduh ini itu. Bagaiman minat masyrakat akan tumbuh terhadap profesi ini jika cara pengelolaanya seperti ini.

Silahkan buat sorvey dan gambarakan secara nayata proses orang untuk dapat AP berserta biaya dan kewajibannya , kami rasa mahasiswa tidak akan tertarik sama profesi ini dan ini akan jadi acamanan kelangkaan bagi profesi ini dimasa depan.