Profesi Keuangan

Untuk Apa CPA Non Akuntan Publik di Buat oleh IAPI?

Untuk Apa CPA Non Akuntan Publik di Buat oleh IAPI?

Pada saat ini jumlah Akuntan Publik yang memiliki Izin mendirikan Kantor Akuntan Publik seperti terlihat pada gambar di bawah ini masih jauh dari harapan. CPA yang memiliki izin sekitar 1.423 Orang dan CPA Non AP 2.471 yang sampai saat ini izinnya di tangguhkan oleh IAPI dengan menerapkan pola kebijakan berubah-ubah yang terkesan menyulitkan mereka untuk menjadi Akuntan Publik.

penyebaran umurnya pun lebih mengkhawatirkan sekitar 60% sudah menempuh usia lanjut, jadi tidak heran di mailing List IAPI selalu ada berita duka AP yang meninggal selalu di atas umur 70 tahun. Seharusnya dengan sumber daya CPA non AP saat ini yang di buat IAPI sendiri dapat melakukan percepatan regenerasi AP dengan menjadikan mereka Akuntan Publik.

Proses CPA non AP yang tidak tau dari mana terminologi ini muncul juga di peroleh melalui saringan yang dilakukan sendiri oleh IAPI, apakah IAPI mengingkarin proses yang mereka lakukan sendiri? apa yang terjadi sebenarnya?.

Model seperti ini di anggap mempermainkan para profesional dimana mereka yang berpengalaman di undang dan di konversi dengan training selama 3 hari menjadi CPAI di akhir training di adakan Post test jika lulus dapat CPAI, setelah mereka memegang CPAI kemudian IAPI melancarkan skema baru kembali dengan menjadi CPA dan di konversi serta di training setelah itu di post test kembali yang lulus CPA, setelah itu namanya berubah jd CPA Non AP.

Apakah proses ini masih di anggap belum cukup selain para pemegang ini sudah belasan tahun atau bahkan puluhan tau aktif menjadi Staff audit di kantor Akuntan Publik. Apa manfaat yang di terima anggota dari konversi ini dimana konversi yang dilakukan berkali dengan biaya rata-Rata Rp 3.000.000 hanya bisnis pelatihan semata?, dan sertifikat CPA yang di keluarkan oleh IAPI yang dituliskan berdasarkan UU No.5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik tidak memiliki makna?.

Sudah saatnya IAPI memberikan penjelasan kepada Publik terkait kekacauan ini.

Dampak yang muncul akibat dipersulitnya CPA Non AP untuk memperoleh izin yang notabennya sudah CPA oleh IAPI tergambar dari pesebaran KAP yang tidak merata karena kekurangan Kantor Akuntan Publik. Seperti terlihat di bawah ini.

dan sebaran Kantor Jas keuangan lainnya yang gak kalah mengenaskan