Ekonomi dan Perdagangan

DUNIA MENGHADAPI RESESI EKONOMI GLOBAL

DUNIA MENGHADAPI RESESI EKONOMI GLOBAL

     Wabah Covid-19 yang terjadi pada akhir Desember 2020 di Wuhan, China mengakibatkan dampak ekonomi yang buruk terhadap perekonomian secara global. Perekonomian di sejumlah negara mengalami kontraksi pada kuartal II 2020 sehingga masuk ke dalam fase resesi global "Corona Virus". Di Eropa, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan hingga minus puluhan persen. Di Asia, negara-negara yang mengalami penurunan laju ekonomi sepanjang April-Juni 2020 yakni:

  1. Singapura sebesar -12,6%
  2. Hongkong sebesar -9%
  3. Korea Selatan -2,9%
  4. Jepang - 1,7%
  5. Amerika Serikat -9,5%

    Negara-negara tersebut masuk ke dalam lubang "resesi ekonomi" walaupun pada kuartal I-2020, negara Amerika Serikat dan Korea Selatan mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi yang positif. Hal ini bisa terjadi karena adanya penurunan aktivitas signifikan dalam hal aktivitas ekonomi. Hal ini menyebabkan kurva pertumbuhan ekonomi yang naik turun berbentuk V, U, W yang menyebabkan sejumlah negara mengalami resesi. 

    Riset yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Researcher (NBER) dalam hal penentuan resesi global, NBER tidak hanya mempertimbangkan PDB saja, tetapi ada faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan oleh NBER seperti halnya mempertimbangkan tingkat pengangguran, pendapatan, produksi industri, dan perdagangan ritel. 

     Dampak dari pandemi Covid-19, bagi Indonesia berpotensi terjadinya resesi ekonomi. Para pakar ekonomi mengatakan setelah masuknya Korea Selatan dan Singapura, Indonesia akan mengalami nasib yang serupa dimana kedua negara tersebut merupakan mitra dari Indonesia dalam melakukan perdangangan internasional. Namun, dampak yang akan menimpa Indonesia tidak akan separah negara-negara lainnya, jika Indonesia mampu menaikkan laju perekonomian dengan baik. Caranya bagi masyarakat harus mulai berhemat untuk menyiapkan dana darurat selama resesi, walaupun dana darurat hanya akan dapat digunakan 6-9 bulan kedepan. Sebab kita tidak akan mengetahui sampai kapan resesi ini akan benar terjadi. Apalagi jika resesi menerpa secara global, kemungkinan Indonesia akan terdampak, meskipun kita berharap resesi tidak menular ke Indonesia. Indonesia masih memiliki beberapa bulan untuk mengantisipasi dan persiapan jika resesi benar-benar terjadi.

    Masyarakat bisa mulai menghemat, menyiapkan dana darurat, lebih selektif dalam hal perencanaan keuangan, prioritaskan kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus kita penuhi. Pandemi ini mengajarkan kita semua untuk bisa berhemat, tidak boros dalam pengeluaran, dan mampu membuat daya tahan keuangan personal lebih kuat dengan melakukan perencanaan keuangan "How To Make a Personal Financial Planning". Semoga pandemi ini cepat berakhir dan kita semua bisa beraktivitas secara normal serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin :)

 

       - Keep Healty  Keep Safety - 

 

 

User Image

Kaca Dian Meila 1 Posts

Kaca Dian Meila