Pendidikan

Apa itu Home Schooling?

Apa itu Home Schooling?

oleh Dewi Rosaria,SE.,Msi.,AK.,CA.,CPA
Founder Bimbingan Belajar I Can Read

Banyak yang tanya kesaya tentang HomeSchooling, saya coba rangkum semua pertanyaan dan coba saya jelaskan,tentunya saya masih belajar dan mencari referensi2 dari berbagai sumber.

1. Homeschooling itu apa ya? Bisa daftar dimana ?
Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga, bukan label yang disematkan pada sebuah lembaga. Orangtua yang ingin menjalani homeschooling perlu belajar karena homeschooling bukan sekedar memindahkan sekolah ke rumah.

2. Ada izinnya tidak?
Namanya juga berbasis keluarga, orang tua adalah kepala sekolah sekaligus yang menjadi gurunya, bebas belajar apa saja, dimana saja. Home Schooling bukanlah sebuah Gedung yang diberi tulisan besar-besar Home Schooling seperti sekolah. Homeschooling itu adanya dirumah kita sendiri.

3. Guru nya siapa?
Guru utamanya adalah orang tua.

4. Kan tidak semua orang tua pintar yang hebat dalam semua mata pelajaran?
Perlu digarisbawahi, HS bukan memindahkan semua materi sekolah kerumah.Banyak ilmuwan terdahulu dianggap bodoh oleh sekolahnya, akhirnya belajar dirumah bersama orangtuanya yang tidak bersekolah dan akhirnya menghasilkan karya-karya besar.

5. Jadi anak belajar apa?
Balik lagi ke tujuan keluarga masing-masing, anak mau diarahkan kemana.
Contoh : Saya ingin anak saya menjadi hafidz quran, dan fasih Bahasa Arab, tapi mau tetap pintar dipelajaran sekolah.
Berarti muatan belajar Bahasa Arab dan menghafal Alquran nya diperbanyak. Untuk pelajaran sekolah ambil seperlu nya saja yg dirasa dibutuhkan, missal Bahasa, IPA, Matematika.

Contoh : Saya sih maunya anak saya jadi Seniman.
Berarti perbanyaklah pelajaran seninya,ketimbang pelajaran lainnya.
Contoh : Disekolah umum tidak ada pelajaran menjahit, tidak ada pelajaran memasak,bercocok tanam, semua hal baik yang ada dirumah bisa dijadikan materi pembelajaran, intinya belajarlah mengolah apa yang ada di sekitar kita sebagai bahan pembelajaran bagi anak.

6. Wah, kalau Cuma 3 mata pelajaran saja yg dipelajari, nanti anak jadi apa?
Ingat, HS bukan memindahkan sekolah kerumah. Jika anda menuntut anak bisa semuanya,kembalikan anak anda ke sekolah formal,bukan dirumah.

7. Saya sih mau HS, inginnya anak jadi Hafidz Quran, tapi saya sendiri saja ngaji nya masih berantakan.
Learning by doing, tidak ada kata terlambat, sampai kapanpun kita terus belajar menjadi orangtua, menjadi guru bagi anak-anak kita. Jika memang dirasa tidak mampu, kita bisa mencarikan guru khusus untuk mengajar Alquran, dan tentu ada biayanya, hitung-hitung mengeluarkan SPP jika anak disekolahkan di sekolah formal.

8. Saya dan Suami bekerja, kalau HS, anak akan belajar sama siapa?
Sebaiknya minimal salah satu dari orang tua ikut berperan dalam proses HS ini, Jika tidak, anda bisa datang ke komunitas home schooling dengan tempat yang di tentukan dan belajar bersama pengajar yang ada disana seperti HS Kak Seto, HS Busur Panah, HS Ayah Edy dll. Tentu saja jika kita sendiri tidak menjadi pengajarnya maka ada biaya tambahan, wajar bukan ?

9. Apakah HS diakui Negara?

Kebijakan mengenai pendidikan di Indonesia diatur dalam UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Di dalam UU tersebut, disebutkan mengenai keberadaan 3 (tiga) jalur pendidikan yang diakui pemerintah, yaitu: jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal
(pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).
Walaupun UU Sisdiknas tidak menyebutkan secara khusus istilah homeschooling/home education/sekolahrumah, substansi HS/HE adalah pendidikan informal.
Ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam UU Sisdiknas no 20/2003 pasal 27:
“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.”
“Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.”
Selain itu, saat ini ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 129/2014 tentang Sekolahrumah.
Anda dapat membaca lebih jelas tentang Permendikbud 129/2014

10. Bagaimana nasib Ijazah anak Home Schooling?
Anak-anak homeschooling (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun yang diinginkannya. Sudah banyak anak-anak HS/HE yang mengikuti ujian Paket C dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta.
Ujian Kesetaraan atau biasa disebut Ujian Paket diselenggarakan di PKBM. Ujian Paket biasanya digunakan oleh anak-anak putus sekolah dan juga anak-anak homeschooling.
PKBM kepanjangannya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. PKBM adalah sebuah lembaga nonformal (seperti sekolah) tempat diselenggarakannya Ujian Kesetaraan atau Ujian Paket. Lembaga itu biasanya ada di setiap kota. Ada PKBM negeri (milik pemerintah), ada juga PKBM swasta. Jadi seperti sekolah, ada sekolah negeri dan sekolah swasta.

11. Dimana saya bisa mencari PKBM
Setiap daerah pasti mempunyai PKBM, anda tinggal cari informasi melalui internet dimana PKBM yang terdekat dari daerah anda.

12. Jadi HomeShooling anak-anak tetap belajar ya? Bukan Putus Sekolah.
Ya, perlu dibedakan anak HS dengan anak putus sekolah/tidak sekolah.
Putus sekolah atau tidak sekolah artinya tidak belajar, tidak mengenyam proses Pendidikan dari manapun. HS,anak-anak belajar, anak-anak diberi pembelajaran sesuai dengan kapasitas nya, dan kemampuan orang tuanya.

Sekian, nanti kita akan buka QA lainnya seputar Home Schooling. semoga sedikit tercerahkan.