Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Tridarma : Program PKM Akuntansi , Antara Formalitas dan Kreativitas

Tridarma : Program PKM Akuntansi , Antara Formalitas dan Kreativitas

Selaras dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dalam Pasal 45 telah ditegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Pasal tersebut juga menyatakan dengan tegas bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang wajib dijalankan oleh seluruh lini kampus sebagai bagian dari sivitas akademika dalam pelaksanaan/penerapan hilirisasi, mengamalkan, dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu usaha-usaha dalam menyeragamkan dan usaha-usaha meningkatkan kinerja pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi perlu adanya perhatian khusus yang dilakukan oleh pemangku kebijakan yaitu Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah melakukan evaluasi melalui penilaian kinerja pengabdian kepada masyarakat yang meliputi empat aspek, yaitu

  1. Aspek Sumber Daya,
  2. Aspek Manajemen Pengabdian kepada Masyarakat,
  3. Aspek Luaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, dan
  4. Aspek Revenue Generating.

Aspek Luaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Penilaian luaran pengabdian kepada masyarakat memberikan porsi terbesar dari keseluruhan aspek penilaian kinerja pengabdian kepada masyarakat. Data luaran yang disampaikan harus merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan baik melalui pendanaan DRPM maupun pendanaan non DRPM. Luaran pengabdian kepada masyarakat meliputi hasil publikasi, hasil hak kekayaan intelektual (HKI), buku yang dihasilkan, kemitraan, dan luaran lainnya dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut.

Aspek Revenue Generating

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan peran dosen di perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan Ipteks, meningkatkan kandungan nilai komersial dan akademis hasil-hasil pengabdian dan penerapan Ipteks yang diaplikasikan kepada masyarakat umum maupun masyarakat industri. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan transfer teknologi yang merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran, pengembangan ilmu dan teknologi, peningkatan jaringan kerja, dan merupakan wahana belajar yang efektif bagi dosen dan mahasiswa. Perguruan Tinggi berpotensi untuk menghasilkan Ipteks yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak baik dalam bentuk jasa ataupun produk inovatif yang muaranya dapat memberikan income (revenue generating) bagi perguruan tinggi.

Revenue Generating dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan oleh para dosen melalui pusat studi/pusat kajian/kelompok dosen, laboratorium, dan unit lainnya sehingga akan terbentuk “unit bisnis”. Beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki potensi untuk menghasilkan RG misalnya melalui skema IbK, IbKIK, dan Hi-link yang dikelola oleh DRPM. Unit bisnis yang terbentuk dapat berbasis produk maupun berbasis jasa. Terbentuknya unit bisnis pada suatu perguruan tinggi dapat memberikan gambaran keberhasilan perguruan tinggi dalam menjalin kerjasama dengan mitra dengan dukungan sumber daya manusia, kebijakan dan pendanaan internal perguruan tinggi.

Perguruan tinggi perlu melakukan upaya agar unit bisnis yang sudah terbentuk dapat dijaga keberlanjutannya, betul-betul mendatangkan profit, dan menghasilkan income (revenue generating) bagi perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga bisa mendapatkan income dari royalty dari hasil penggunaan Ipteks yang dimiliki. Data yang dibutuhkan dalam aspek RG meliputi data nama unit bisnis, softcopy pdf akta pendirian atau SK pendirian, bidang usaha (berbasis produk atau jasa), nama dan NIDN pengelola unit bisnis, dan nilai revenue per tahun (dalam rupiah). Data yang dilaporkan untuk revenue generating dari hasil royalty meliputi nama royalty, nama pemilik royalty, softcopy dokumen royalty, dan nilai royalty per tahun (dalam rupiah).

Problematika Dilapangan

Penerepan dilapangan ternyata masih jauh dari panduan ini, misalnya kita tilik terkait PKM yang di jalankan Jurusan Akuntansi sepertinya masih sebatas formalitas untuk memenuhi target KUM tahunan yang di syaratkan untuk kepangkatan, belum memperhatikan aspek manfaat, profesionalisme dan kesesuaian bidang. Saya masirng melihat jurusan akuntansi masing mengadakan PKM Ngolah sampah ( core Ilmu Lingkungan), Menenam Hydroponics ( Core ilmu pertanian jurusan Budi Daya), Membuat Keset ( Core Ilmu Senin). Apa tidak ada ide lain semisal.

  1. Pelatihan dan Pendampingan Penerapan PSAK Etap Di Koperasi
  2. Pelatihan menghitung Harga Pokok Industri Kerupuku,Donat,Bakso,Mpek-mpek dll
  3. Pelatihan Melakukan pembukuan sederhana, dll

masih banyak ide lain yang rasanya inline dengan jurusan akuntansi dan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan bersinambungan, mengapa harus mengabil ranah bidang orang lain yang notabennya bukan keahlian kita. Ini bentuk kurang kreatifnya sebuah jurusan dan LPPM kampus dalam membuat mamping ide sebuah Program Pengabdian Kepada Masyarakat sesuai dengan bidang dan jurusan akuntansi sehingga manfaat keilmuannya terasa.

Saya melihat kenapa ide ini terasa susah alasan anta lain :

  1. Kurang menganggap Program PKM kampus itu penting,  akan tetapi hanya sebuah formalitas saja untuk menggugurkan tanggungjawab tridarma Perguruan tinggi sehingga terkadang membuat acara dan pelaksanaannya asal-asalan.
  2. Jurusan dan LPPM tidak memiliki data terkait mitra yang akan dijadikan objek PKM, padahal data ini begitu banyak di dinas Koperasi dan Bank Indonesia, data ini bisa diminta menggunakan surat kampus resmi dari jurusan maka akan di berikan detail hingga alamat dan contact UMKM.
  3. Kurang kreatifnya jurusan dalam menggodok ide, mungkin kekurangan praktek dan hanya banyak teori sehingga kondisi lapangan tidak di pahami bener dan juga tidak terbuka menerima masukan karena merasa paling bertanggungjawab atas kinerja, padahal lupa kerja tim itu sangat di butuhkan dalam menjalan program PKM.
  4. Kurang jelinya Dikti dan Asesor Kampus dalam menilai PKM ini jika dijadikan laporan kinerja, seharunya PKM yang isinya tidak inline dengan jurusannya semstinya di tolak.

Kita harus berubah jika bener-bener akuntansi ini bisa membawa perubahan dan berdampak baik buat lingkungan terutama UMKM disekitar.