Pendidikan

7 Tips Sukses kuliah Sambil Kerja

7 Tips Sukses kuliah Sambil Kerja

Fokus Kuliah memang cita-cita semua orang, selama masa studi ingin menjalanin kuliah saja tanpa ada beban yang lain memang impian semua orang akan tetapi terkadang kenyataan berbeda. Terkadang karena kita bukan dari kalangan yang kelebihan materi sering kali impian pendidikan dibarengin dengan usaha bekerja dalam membayar uang kuliah. Tips ini sedikit pengalaman yang penulis pernah jalani, dimana kuliah s1 penulis memang fokus kuliah di biayai keluarga akan tetapi kuliah seterusnya hingga S3 saat ini dengan biaya mandiri. Berat, memang terasa berat kalau tidak di nikmati, akan tetapi jika dinikmati akan terasa happy-happy saja dan bisa lulus tepat waktu.

Untuk kuliah saat ini banyak pilihan, bagi rekan-rekan kekurangan biaya dan tidak ada waktu maka bisa ngambil kuliah Online di Universitas Terbuka, ingat kuliah online ini butuh kedispilinan tinggi. Nah kuliah kelas juga banyak saat ini terutama kuliah malam dan sabtu jadi tinggal disiasati saja. soal biaya kuliah saat ini juga terjangkau dan bisa dibilang kalau punya gaji per bulan Rp 4,5 jt asal berhemat pasti bisa kuliah, anggap per bulan bayar kuliah Rp1,5 jt, bayaran kosan Rp 600 rb masih cukup rasanya asal gaya hidup sesuai dengan kantong dan kurangi jajan.

Beberapa tips yang perlu rekan-rekan bisa ikuti supaya kuliah sambil kerjanya berjalan dengan lancar:

1. Kuliah Malam dan Sabtu

Sebelum kalian memutuskan untuk kuliah jangan hanya nama besar kampus saja yang dilihat, akan tetapi jadwalnya juga, pilih kampus yang kuliah malam dan hari sabtu, tapi jangan pilih kampus yang kuliah malamnya tiap hari karena akan membuat badan kalian rontok dan kurang istirahat. Sewaktu penulis memutuskan kuliah Megister Ilmu Komputer setelah membandingkan beberapa brosur penulis memutuskan mengambil Universitas Budiluhur dengan pertimbangan mereka kuliah hanya sabtu waktu itu dari jam 7.30 sampai dengan jam 18.00. Nah ini membuat kita tak perlu kuliah tiap malam, sehingga bisa fokus kuliah seharian, akan tetapi bagi yang kerja sabtu ini akan jadi tantangan sendiri.

2. Uang Kuliah Nyicil

Pilih kampus yang menerapkan sistem biaya kuliah nyicil alias bulanan atau bayar berapa saja setiap hari, minggu atau bulan yang penting standar persentase pembayaran minimum syarat ujian terpenuhi. ini penting karena kita bisa mensiasati karena bisa memanfaatkan uang lembur atau bahkan uang transport dan uang saku dari kantor, kebetulan penulis dulu bekerja jd Ekternal Auditor terkadang keluar kota sering dapat uang saku, maka uang ini langsung disetorkan ke rekening pembayaran kuliah. Kampus yang model begini penulis tau seperti Mercubuana, Universitas Budiluhur dan beberpa prodi di Universitas Trisakti yang pembayarannya bisa bulanan.

3. Belajar Tiap Hari

Terkadang ini yang penting usahakan belajar tiap hari minimal 1 jam, minimal untuk baca materi-materi sesuai urutan silabus untuk pertemuan berikutnya, mengumpulkan semua materi online di tiap pertemuan per folder dan memabacanya pelan-pelan. Maka Laptop untuk ini sangat di butuhkan dan juga terus di bawa kuliah. Dulu penulis Belajar tiap hari dari jam 11 malam hingga jam 3 pagai minimal membaca materi online berdasrkan silabus dan dikuumpulkan dalam satu folder per sesi dan ini malah jadi materi yang bisa penulis gunakan utuk mengajar. Ini awal-awal sangat berat akan tetapi lama-kelamaan akan terbiasa dan akan terlihat manfaatnya.

4. Jangan Numpuk Kerjaan Kantor

Biasakan jangan numpuk kerjaan kantor, biasakan setiap hari fokus kerja dikantor jangan numpuk, karena jika numpuk terkadang akan nambah beban dirumah sehingga membuat kita gak sempat belajar dan gak fokus di kuliah, dulu penulis suka ketiban kerjaan tambahan, nah ini sering dikelas bukan kuliah malah ngerjain-ngerjain kerjaan kantor makanya duduk sering di belakang. Kan tetapi gak khawatir karena Tips 3 sudah berjalan dengan baik sehingga materi yang di jelasin dosennya sedikit banyak sudah mudeng, dan pas sesi tanya jawab tinggal bertanya saja jadi dosennya gak curiga kalau tadi sebenarnya fokus ngerjain kerjaan kantor.

5. Jangan Kuliah Sendiri

Ini maksudnya selama kuliah cari kawan buat kelompok ini perlu menjaga semangat dan tempat saling berbagi, bahkan disaat kita gak bisa masuk dan membutuhkan info maka kawan genk lah yang akan membantu. Dan jangan pelit berbagi juga karena kita senasib maka saling kerjasam terutama jika ada tugas itu penting karena banyak kepala lebih baik dari satu kepala. Penulis dulu punya kawan-kawan yang baik dari hasil hubungan baik, bahkan saat penulis belum upload tugas di akun penulis terkadang sudah ada yang bantu uploadtin walau terkadang penulis upload ulang dengan tugas yang penulis kerjakan sendiri, tapi ini menunjukan bahwa teman kuliah itu sangat penting.

6. Nyicil Tugas Akhir

Ingat jangan kerjakan tugas akhir di semster 7 atau 8 untuk s1 dan semster 3 atau 4 untuk s2, biasakan kalau s1 semster 5 mulai cari-cari judul dan nyicil numpulin referensi dan judul yang hot, kalau s2 dari semster 1 langsung kebut, waktu penulis s2 dulu ngerjain tesis dari semster 1 mulai nyicil, hal paling mudah jika s2 adalah lanjutkan tema skripsinya biasanya ini lumayan buat yakinin dosen pembimbing nanti dengan alasan inline, kenapa harus di cicil supaya lulusnya cepat, karena banyak yang nyangkut di semester akhir karena tidak ada lagi kegiatan ke kampus motivasi menurun, maka selagi ke kampus dan motivasi kuat maka tugas akhir ini langsung di tancap.

7. Berkawan Dengan Berpengalaman

Saat ini mudah berkawan dengan orang di media sosial cari kawan yang berpengalaman jalin hubungan baik, semisal yang berprofesi sebagai dosen atau profesional, ini penting bisa dijadikan kawan diskusi, ingat kepintaran selalu kalah dengan pengalaman, maka kita butuh orang berpengalaman dalam mengarahkan kita. Terutama saat membuat tugas akhir ini sangat di butuhkan kawan diskusi.

No Gain without Pain
Kesuksesan itu Indah diceritakan Jika Banyaknya perngorbanan dalam Proses