Pendidikan

Mahasiswa Milenial Ala Love O2O

Mahasiswa Milenial Ala Love O2O

Saat penulis menonton sebuah serial dari China berjudul Love O2O, Serial drama “Love o2o” atau “A Smile is Beautiful” tayang pada tanggal 22 Agustus 2016 hingga 6 September 2016 tetapi sekarang bisa ditemukan di viu. 

C-Drama “Love 020” sendiri sebenarnya di adaptasi berdasarkan sebuah novel terkenal dan terlaris berjudul “Love O2O” dan di tulis oleh Gu Man. Drama China “Love O2O” di bintangi oleh aktris cantik Zheng Shuang yang di tahun 2017  bermain drama Cina “Rush to the Dead Summer” dan yang menjadi lawan aktingnya adalah aktor ganteng Yang Yang merupakan pemeran utama dalam film hits “Once Upon a Time” yang versi dramanya adalah “Eternal Love“. Beberapa nama pemain lainnya seperti Mao Xiao Tong, Niu Jun Feng, Zhang He dan Zheng Ye Cheng juga ada. Dibawah Penulis memberikan sedikit Sinopsinya supaya kalian penasaran ya.

Apa yang membuat pria jatuh cinta pada wanita pada pandangan pertama? Penampilan? Aura? Kekayaan? Itu semua salah!

Ketika sang pangeran kampus dan ahli dalam permainan, siswa Xiao Nai yang diperankan oleh Yang Yang pertama kali melihat Bei Wei Wei (Zheng Shuang) yang membuatnya jatuh cinta bukanlah kecantikannya yang luar biasa tapi jari-jarinya yang kurus dan tajam.

Saat itu Bei Wei Wei merupakan seorang dewi kampus yang sedang membuat game online profesional di mana Ia bertanggung jawab atas perang aliansi dalam game online Dreaming of Jianghu. Dia memang memiliki cita-cita untuk menjadi insinyur game online.

Di dalam dunia game Bei Wei Wei dicampakkan oleh suaminya Zhenshui Wuxiang dan dia akan didekati oleh pemain nomor satu Yixiao Naihe. Mereka berdua akhirnya menikah dan membuat pertualangan bersama dalam permainan itu.

Wei-Wei tak pernah menduga bahwa suami barunya di dunia maya tersebut adalah seniornya yang bernama Xiao Nai (Yang Yang). Dia merupakan pemain bola basket, perenang dan mahasiswa elit bahkan presiden di sebuah perusahaan game.

Ketika Dia menemukan identitas aslinya mereka saling jatuh cinta dan bersama-sama mengatasi banyak rintangan, kesalahapahaman untuk menjalin hubungan yang lebih dekat romansa cinta juga perlahan berkembang.

****

Tapi Penulis tidak akan membahas panjang lebar jalan ceritanya, kalau pensaran bisa tonton saja sendiri, yang ingin penulis sampaikan adalah ada beberapa poin yang bagus dari serial ini gambaran anak milenial sesungguhnya yang tau akan tujuan.

1. Bermain dan Belajar Seimbang
Dalam serial ini Wei-wei dan Xiao Nai merupakan penggila Game Online, bahkan tiada hari mereka bermain game dalam satu tim akan tetapi ada yang menarik, disaat waktunya butuh belajar wei-wei meninggalkan semua gamenya walaupun masih dalam kedaan menarik, dia secara fokus belajar, mencatat semua yang ia pelajari, rutin ke perpusatakan dan jika sudah mulai jenuh dia selingin dengan bermain game kembali. Dalam hal bermain game dia juga serius dengan membuktikan menjadi pemain wanita terhebat dalam permainan sehingga di segani pemain lain. Lain Hal dengan Xuao Nai sebagai seorang mahasiswa semester  akhir, walau sebagai seorang anak pasangan Profesor dikampusnya dan ditawarin fasilitas akan tetapi dia memilih mendiri mendirikan Perusahaan IT sesuai dengan bidang ilmunya dan membuat perusahaan pengembang games online, dibidang lain dia juga menonjol menjadi primadona karena keahliannya bermain Basket ini menunjukan kalau ia unggul disemua bidang karena dilakukan secara serius, meskipun dari keluarga kaya, Punya perusahaan, Berbakat dan ganteng dia memiliki sifat yang tidak playboy dan baik, dibuktikan hanya menyukai satu wanita yaitu wei-wei di dekati secara baik-baik dijaga dan dinikahinya. Ini gambaran anak muda dan pasangan berkualitas tinggi. 

2. Asmara Masa Muda Tidak Mepengaruhi Tujuan Kuliah
Dalam cerita ini penuh dengan kisah asmara, persahabatan , kesetian dan loyalitas. Walau mereka pacaran satu kampus dalam satu fakultas akan tetapi tidak mengganggu kuliah mereka , bahkan Xiao Nai lulus tepat waktu dan wei-wei juga bagus dalam kuliahnya, bahkan mereka tidak pernah bolos kuliah. Mereka tau tujuan mereka ke kampus bukan untuk mencari pasangan akan tetapi menyiapkan hidup dimasa depan. Oleh karena itu mereka selalu serius menjalani kuliah bahkan dalam masa libur kuliahpun mereka tetap belajar.

3. Fokus Belajar
Meskipun ayah Xiao Nai sebagai profesor sejarah, dikenal sebagai profesor kurang enak dalam mengajar dimana kuiahnya selalu sepi, sehingga terpaksa Xiao Nai datang ke sesi ayahnya mengajar supaya kelasnya penuh karena banyak mahasiswa mengidolakannya, walau demikian akan tetapi wei-wei tidak pernah bolos dari kuliah sang profesor, disaat profesor menanyakan pendapatnya terkait materi kuliah yang lalu, semua mahasiswa diam karena memang tidak memperhatikan dan sering bolos, akan tetapi wei-wei yang di tunjukan oleh profesor bisa menjelaskan dengan baik dengan rincian riset-riset pribadi yang ia lakukan, sehingga membuat sang profesor terkesan. Disini pesan Moral semua dosen mungkin belum tentu cocok cara mengajar dengan kita mahasiswa, akan tetapi kewajiban mahasiswa tetap harus belajar sebaik mungkin dan secara mandiri karena ilmu itu untuk diri kita dan kebutuhan kita.

4. Hormat Kepada Orang Tua

Wei-wei sangat menghormati orang tuanya, disaat HPnya rusak dia tak mampu beli dan uang beasiswanya untuk beli HP ditahan ayahnya, Wei-wei tidak mengeluh, dia malah berusaha mencari uang dengan menjadi guru private dikampungnya dimasa liburan, setelah uangnya terkumpul barulah dia membeli HP. Disini sangat terlihat kemandirian dan skala prioritas dimana uang beasiswa tidak di gunakan untuk kebutuhan selain pendidikan. Dan tidak protes kepada orang tuannya disaat uang tersebut tidak dapat digunakan untuk membeli HP.

5. Setia Kawan
Meskipun dalam pertemanan kuliah ada salah paham bahkan terang-terangan tidak disukai oleh kawan yang lain , tapi wei wei tidak pernah membalasnya bahkan terus membantu teman-temannya, dia tidak pernah memperdulikan omongan dan ejekan orang lain sebagai mahasiswa yang miskin dia fokus berbuat baik dan tidak pernah minder. Bahkan kesalapahaman dengan sahabat terdekatnya wei-wei tidak membenci sahabatnya dan tidak berusaha membela diri tetap berusaha mengoreksi dirinya sendiri. Tidak menyalahkan orang lain akan situasi tersebut.

Limah hal ini membuat penulis tertarik jika semua anak melinial terutama mahasiswa saat ini sadar dan memiliki karakter seperti Wei-Wei dan Xiao Nai tentulah mereka akan sukses secara baik. Bukan menjadi mahasiswa cengen,serba di suapin bahkan malas mencari tahun di zaman yang telah canggih seperti sekarang, hobinya protes jika dikasih nilai buruk akan tetapi tidak sadar jika kurang dalam hal belajar, bahkan tidak malu memfitnah dosen-dosennya kepada pimpinan kampus dengan menyebutkan dosennya pengajar yang buruk, sungguh sopan santun yang kurang. Harusnya mnyadari bahwa ilmu lebih penting dari nilai dan nilai mengikuti usaha belajar.

Penulis sejak menjadi mahasiswa sering menemukan karakter sepert wei-wei dan Xiao Nai dan mereka saat ini menjadi orang-orang hebat di bidannya dan masih rendah hati dan rumah tangga mereka juga harmonis, walau terkadang mereka pacaran sejak semster 1 kuliah, selama 5 tahun nilai-nilai mereka tetap bagus, jadi cerita Love O2O ini bukan sesuatu yang baru dalam kehidupan anak muda yang berkualitas akan tetapi sudah ada sejak dahulu.