Akuntansi Keuangan

Hal Yang Lumrah Sering Dipakai Sebenarnya Kurang Tepat Dalam Akuntansi

Hal Yang Lumrah Sering Dipakai Sebenarnya Kurang Tepat Dalam Akuntansi

Mungkin yang pernah Kuliah di akuntansi mengerti hal-hal begini , dan tau bahwa itu tidak tepat akan tetapi sering dipakai. Saya mau mencoba menulis sesuatu yang umum dipakai istilahnya akan tetapi sebenarnya kurang tepat.

1. Jenis Laporan keuangan ada 4 atau 5?

Kalau kita di tanya kepada Mahasiswa Laporan keuangan jenis ada berapa maka semua sepakat akan menjawab 5 yaitu
1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Neraca / Laporan Posisi Keuangan
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan atas Laporan Keuangan

sebenarnya dari judul ini saja kita sudah bisa lihat kalau Laporan itu hanya 4 sedangkan Catatan Atas Laporan Keuangan bukan laporan keuangan akan tetapi penjelasan dari ke 4 Laporan keuangan tersebut. Hal ini di pertegas dengan sebuah klausul yang ada di catatan kakaki ke empat Laporan Keuangan tersebut yang berbunyi "Catatan Atas Laporan Keuangan Merupakan Bagian Yang tidak Dapat Dipisahkan Dari Laporan Keuangan". 

Klausul ini sudah menjelaskan Catata merupakan Penjelasan dari Laporan Keuangan ia bukan Laporan Keuangan yang berdiri sendiri.

2. Beban apa Biaya yang tepat jika di tulis dalam Laporan Laba Rugi?

Mungkin kalin yang suka melihat Laporan keuangan Khususnya Laporan Laba Rugi maka akan sering melihat nama akun Biaya ada juga nulis Beban. Mari kita telisik Beban ( Expense) dan Biaya ( Cost) mari kita lihat defenisinya.


Beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Beban adalah pengorbanan atau pengeluaran dari sumber-sumber ekonomi yang dapat dinilai dengan nilai uang untuk merealisasikan jumlah pendapatan pada satu periode akuntansi.

Sesuatu yang dikeluarkan atau diberikan, ini dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan. Misalnya, akun yang dapat di dalam laporan laba rugi seperti beban sewa, penyusutan, listrik, gaji, dan yang lainnya. Beban (expense) yaitu pengurangan dari pendapatan, akan menghasilkan laba yang bersih, sebelum ada pajak di dalam laporan. Di dalam hal ini beban yang berupa jenislah yang paling banyak jumlahnya. Menurut standar Akuntansi keuangan (1999 : 12), Beban atau sering juga disebut dengan expense merupakan penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar. Dalam artian berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang kemudian berakibat pada menurunnya ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal. Dari itu dapat diambil kesimpulan di dalam istilah akuntansi bahwa biaya perolehan yaitu jumlah kas yang digunakan untuk mendapatkan suatu aset penting lain. Lalu untuk beban yaitu jumlah kas yang digunakan untuk mendapatkan laba atau rugi.

Biaya ( Cost) yaitu suatu hal yang harus dikeluarkan, ini dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan. Atau mendapatkan manfaat yang bernilai ekonomis pada masa yang akan datang. Misalnya dalam pembelian aktiva tetap, didalam akuntansi transaksi ini disebut dengan biaya pembelian. Sudah tentu di dalam pembelian aktiva ini mengeluarkan biaya atau uang, hal ini akan terdapat akun kas yang dikeluarkan dalam pembelian aktiva tetap. Ini diharapkan agar bisa mendapatkan manfaat secara ekonomis atas aktiva tersebut di masa yang akan datang. Biaya (cost) yakni jumlah keseluruhan atas belanja yang dicatat sebagai harta, kemungkinan akan menjadi pengeluaran jika dihabiskan di waktu yang akan datang. Jadi di dalam hal ini perkiraan biaya sama dengan perkiraan harta.

Jadi disini kita lihat ya kalau di dalam Laporan Laba Rugi terutama Berkaitan Operasional yang lebih tepat di Tulis Beban (Expenses) bukan Biaya (Cost), karena Biaya biasanya kaitanya dengan pengungkapan Aset dan munculnya di Laporan Posisi Keuangan/ Neraca.