Etika Profesi

Etika Terkait Bujukan, Hadiah dan Keramahtamahan Dalam Penugasan Akuntan

Etika Terkait Bujukan, Hadiah dan Keramahtamahan Dalam Penugasan Akuntan

Menawarkan atau menerima bujukan dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama prinsip integritas, objektivitas, dan perilaku profesional.

Seksi 340 menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam kaitannya dengan penawaran dan penerimaan bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-undangan ketika melakukan aktivitas profesional. Seksi ini juga mensyaratkan Akuntan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan saat menawarkan atau menerima bujukan.

Bujukan adalah objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk memengaruhi perilaku individu lain, namun tidak dimaksudkan untuk memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak patut. Bujukan dapat berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara Akuntan dan klien atau calon klien hingga tindakan yang mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundangundangan. Bujukan dapat berupa, misalnya (namun tidak terbatas pada):

1. Hadiah.

2. Keramahtamahan.

3. Hiburan.

4. Sumbangan politik atau sosial.

5. Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.

6. Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.

7. Perlakuan, hak, atau hak istimewa.

Bujukan yang Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

Peraturan perundang-undangan, seperti yang berkaitan dengan penyuapan dan korupsi, melarang menawarkan atau menerima bujukan dalam keadaan tertentu. Akuntan harus memperoleh pemahaman tentang peraturan perundangundangan yang relevan dan mematuhinya ketika Akuntan tersebut menghadapi keadaan demikian.

Bujukan yang Tidak Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

Menawarkan atau menerima bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-undangan mungkin masih memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika.


Bujukan dengan Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
Akuntan tidak boleh menawarkan atau mendorong pihak lain untuk menawarkan bujukan apa pun, atau penawaran bujukan yang kemungkinan akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari penerima atau individu lain secara tidak patut.

Akuntan tidak boleh menerima atau mendorong pihak lain untuk menerima bujukan apa pun, atau penerimaan bujukan yang kemungkinan akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari penerima atau individu lain secara tidak patut.

Bujukan dianggap memengaruhi perilaku individu secara tidak patut jika hal tersebut menyebabkan individu bertindak dengan cara yang tidak etis. Pengaruh yang tidak patut tersebut dapat diarahkan, baik kepada penerima maupun individu lainnya yang memiliki hubungan dengan penerima bujukan. Prinsip dasar etika merupakan kerangka acuan yang tepat bagi Akuntan dalam mempertimbangkan perilaku tidak etis Akuntan dan individu lainnya.

Pelanggaran terhadap prinsip integritas muncul ketika Akuntan menawarkan atau menerima, atau mendorong pihak lain untuk menawarkan atau menerima, bujukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku penerima bujukan atau individu lainnya secara tidak patut.

Penentuan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut mensyaratkan penerapan pertimbangan profesional. Faktor yang relevan untuk dipertimbangkan mungkin termasuk:

(1) Sifat, frekuensi, nilai, dan dampak kumulatif dari bujukan.

(2) Saat bujukan ditawarkan relatif terhadap tindakan atau keputusan apa pun yang mungkin memengaruhi.

(3) Apakah bujukan adalah kebiasaan atau budaya dalam keadaan tersebut, sebagai contoh, menawarkan hadiah pada hari raya keagamaan atau hari pernikahan.

(4) Apakah bujukan adalah bagian tambahan dari aktivitas profesional, sebagai contoh, menawarkan atau menerima ajakan makan siang sehubungan dengan pertemuan bisnis. Apakah penawaran bujukan terbatas pada penerima perorangan atau tersedia untuk kelompok yang lebih luas.

(5) Kelompok yang lebih luas mungkin merupakan pihak internal atau eksternal dari organisasi tempatnya bekerja, seperti pelanggan atau pemasok lainnya.

(6) Peran dan posisi individu Kantor atau klien yang menawarkan atau ditawari bujukan.

(7) Apakah Akuntan mengetahui, atau memiliki alasan untuk meyakini, bahwa menerima bujukan akan melanggar kebijakan dan prosedur dari klien.

(8) Tingkat transparansi bujukan yang ditawarkan. Apakah bujukan disyaratkan atau diminta oleh penerima bujukan.


Pertimbangan Tindakan Lanjutan
Jika Akuntan menyadari adanya bujukan yang ditawarkan dengan intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut, maka ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin masih muncul meskipun persyaratan di paragraf P340.7 dan P340.8 terpenuhi.

Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman tersebut termasuk:

(1) Menginformasikan mengenai penawaran kepada Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien.

(2) Mengubah atau menghentikan hubungan bisnis dengan klien.

Bujukan tanpa Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam kerangka kerja konseptual ini berlaku ketika Akuntan telah menyimpulkan tidak ada intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku penerima bujukan atau individu lain secara tidak patut.

Jika bujukan tersebut bersifat biasa dan tidak penting, maka ancaman apa pun yang muncul akan berada pada level yang dapat diterima.

Contoh keadaan ketika penawaran atau penerimaan bujukan dapat memunculkan ancaman bahkan jika Akuntan telah menyimpulkan bahwa tidak ada intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku secara tidak patut termasuk:

(1) Ancaman kepentingan pribadi Akuntan ditawari keramahtamahan dari calon pengakuisisi klien ketika memberikan jasa keuangan korporat kepada klien.

(2) Ancaman kedekatan Akuntan mengajak secara reguler calon klien dan klien ke acara olahraga.

(3) Ancaman Intimidasi Akuntan menerima keramahtamahan yang sifatnya dianggap tidak pantas jika diungkapkan kepada publik.

Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika menawarkan atau menerima bujukan tersebut mencakup faktor-faktor yang sama dalam menentukan intensi yang ditetapkan .

Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan termasuk:

(1) Tidak menawarkan atau menolak bujukan.

(2) Mengalihkan tanggung jawab untuk setiap pemberian jasa profesional dengan klien kepada individu lain yang diyakini atau dianggap oleh Akuntan, tidak terpengaruh secara tidak patut ketika memberikan jasa .

Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan tersebut termasuk:

(1) Bersikap transparan mengenai penawaran atau penerimaan bujukan kepada manajemen senior dari Kantor atau klien.

(2) Mencatatkan bujukan tersebut dalam catatan yang dipantau oleh manajemen senior Kantor atau individu lain yang bertanggung jawab atas kepatuhan etika Kantor, atau yang dikelola oleh klien. 

(3) Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam memberikan jasa profesional, untuk menelaah setiap pekerjaan yang dilakukan atau keputusan yang dibuat oleh Akuntan sehubungan dengan klien yang bujukannya diterima Akuntan.

(4) Memberikan bujukan tersebut untuk donasi dalam acara amal setelah menerima dan mengungkapkan pemberian donasi tersebut dengan tepat, misalnya, kepada manajemen senior Kantor atau individu yang menawarkan bujukan.

(5) Mengganti bujukan yang diterima seperti keramahtamahan. Sesegera mungkin, mengembalikan bujukan setelah diterima seperti hadiah.

Keluarga Inti atau Keluarga Dekat
Akuntan harus tetap mewaspadai potensi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika yang muncul dari penawaran bujukan:

(a) Oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dari Akuntan kepada calon klien atau klien.

(b) Kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat Akuntan oleh calon klien atau klien.

Ketika Akuntan menyadari adanya bujukan yang ditawarkan kepada atau diberikan oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan menyimpulkan terdapat intensi untuk memengaruhi perilaku Akuntan atau calon klien atau klien secara tidak patut, atau menganggap pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai kemungkinan menyimpulkan bahwa terdapat intensi tersebut, maka Akuntan harus memberikan advis kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat untuk tidak menawarkan atau menerima bujukan.

Faktor yang ditetapkan di relevan dalam menentukan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku Akuntan atau calon klien atau klien secara tidak patut. Faktor lain yang relevan adalah sifat atau kedekatan hubungan, antara:

(a) Akuntan dan anggota keluarga inti atau keluarga dekat;

(b) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan calon klien atau klien; dan

(c) Akuntan dan calon klien atau klien.

Sebagai contoh, tawaran pekerjaan, di luar proses rekrutmen normal, kepada suami/istri Akuntan oleh klien yang sedang memberikan jasa penilaian bisnis untuk akuisisi, dapat menunjukkan intensi tersebut.