Etika Profesi

Etika Menentukan Imbalan Jasa Profesional Akuntan

Etika Menentukan Imbalan Jasa Profesional Akuntan

Besaran imbalan yang ditawarkan mungkin memengaruhi kemampuan Akuntan untuk melakukan jasa profesional sesuai dengan standar profesional. Perusahaan Jasa operasional dan kelangsuangan bisnisnya tergantung dari imbalan jasa yang ia peroleh.

Akuntan dapat mengajukan penawaran imbalan yang dipandang tepat. Menawarkan imbalan yang lebih rendah dari Akuntan lain bukan merupakan pelanggaran etika. Namun, besaran imbalan yang ditawarkan memunculkan ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, jika imbalan yang ditawarkan sangat rendah sehingga mungkin sulit untuk melakukan perikatan sesuai dengan standar profesional dan standar teknis yang berlaku. Imbalan yang terlalu rendah dapat mempengaruhi penekanan biaya operasional kerja yang dapat berpengaruh pada kualitas pekerjaan secara langsung.

Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:

1. Apakah klien menyadari ketentuan suatu perikatan dan, terutama, basis penentuan imbalan yang diajukan dan lingkup jasa yang diberikan berdasarkan imbalan tersebut. IAPI dalam Peraturan Pengurus Nomor 2 tahun 2016 tentang Penentuan Imbalan Jasa Audit Laporan Keuangan. Pada Pasal 4 mejelaskan Ketika pemberian Audit, AP/KAP berhak untuk mendapatkan Imbalan Jasa berdasarkan kesepakatan antara AP dengan Entitas kliennya yang tertuang dalam Surat Perikatan.

2. Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen, seperti regulator. 

Pada Lampiran II menentukan Indikator Batas Bawah Tarif Penagihan Jasa Profesional, Indikator batas bawah Imbalan Jasa per Jam 9 minimum hourly Charge-out rates) ditetapkan berdasrkan klasifikasi berjenjang, sebagai berikut :

Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman kepentingan pribadi tersebut, mencakup:   

1. Menyesuaikan besarnya imbalan atau lingkup perikatan.   

2. Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.

 

Imbalan Kontinjen

Imbalan kontinjen kadang digunakan untuk perikatan nonasurans tertentu. Namun demikian, imbalan kontinjen dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas, dalam keadaan tertentu.

Faktor-faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut mencakup:   

1. Sifat perikatan.   

2. Rentang besaran imbalan yang dimungkinkan.   

3. Basis penetapan besaran imbalan.   

4. Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang dilakukan oleh Akuntan dan basis remunerasi.   

5. Apakah pihak ketiga yang independen menelaah keluaran atau hasil dari transaksi.   

6. Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen, seperti regulator.

 

Imbalan Rujukan dan Komisi

Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas dan prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional muncul jika Akuntan membayar atau menerima imbalan rujukan atau menerima komisi yang berkaitan dengan klien. Imbalan rujukan atau komisi tersebut termasuk, misalnya: 

1. Imbalan yang dibayarkan kepada Akuntan lain untuk tujuan mendapatkan klien baru ketika klien berlanjut sebagai klien dari Akuntan yang sedang memberikan jasa namun mensyaratkan jasa spesialis yang tidak ditawarkan oleh Akuntan tersebut.

2. Imbalan diterima untuk merujuk klien yang berkelanjutan bagi Akuntan lain atau tenaga ahli, ketika Akuntan yang sedang memberikan jasa tidak menyediakan jasa profesional tertentu yang disyaratkan oleh klien. 

3. Komisi yang diterima dari pihak ketiga (misalnya, vendor perangkat lunak) sehubungan dengan penjualan barang atau jasa kepada klien.

 

Pembelian atau Penjualan Kantor

Akuntan dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan dari Kantor berdasarkan pembayaran yang akan diberikan kepada pemilik Kantor sebelumnya, atau kepada ahli warisnya atau estate. Pembayaran tersebut bukan merupakan imbalan rujukan atau komisi seperti yang dimaksud dalam seksi ini.