Akuntansi Keuangan

Kas dan Bank : Dasar Sumber Laporan keuangan

Kas dan Bank : Dasar Sumber Laporan keuangan

Cash Basis Vs Accrual Basis
Dalam menyusun laporan keuangan ada yang di kenal Cash Basis dan Accrual Basis. Sederhananya Cash Basis itu transaksi di catatat saat terjadinya uang keluar atau uang masuk, jadi yang di perhatikan arus uangnya. Kalau Accrual Basis Transaksi itu dicatat disaat terjadinya perpindahan Hak dan Munculnya kekwajiban. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Tapi saya tidak akan bahasa dua basis ini panjang lebar, saya akan bahasa jika anda tidak memiliki kemampuan akuntansi dan sulit melengkapi siklus akuntansi secara penuh dan berurutan hingga menjadi laporan keuangan maka perhatikan tips yang akan saya berikan berikut, sebelum itu untuk pengetahuan coba anda lihat siklus akuntansi di bawah.

Siklus AkuntansiInilah siklus akuntansi yang harus di pahami oleh yang mau belajar akuntansi, sklus ini di pakai oleh semua software akuntansi dalam mekanisme kerjanya, dimana terlihat dari urutan dan SOP operasional software tersebut. 

Jika anda memiliki Usaha dan tidak ada satu orang pun yang dalam usaha anda memiliki kempauan akuntansi sehingga sulit untuk menganghasilkan laporan keuangan secara harian atau mingguan bahkan bulanan apalagi tahunan, maka saya sarankan anda jaga Laporan Kas harian dan Bank anda secara rapih. 

Dari pengalaman saya menjadi seorang akuntan sejak tahun 2017, jika sebuah entitas tidak bisa menjaga kerapian laporan harian Cash dan Bank maka suatu saat butuh menyusun Laporan Keuang maka akan mengalami kendala yang cukup berarti. Dan kaulitas laporan keuangan yang disajikan akan banyak mengalami kesalahaan yang berarti terutama salah pos dan salah nilai.

Dalam menjaga Laporan Harian Kas dan Bank ini apa yang harus anda lakukan.
1. Catat Semua transaksi secara harian per tanggal

Kenapa catatan harian pertanggal perlu dilakukan karena manusia memiliki keterbtasan daya ingat maka jika tidak dilakukan secara harian dan secara rinci maka suatu saat akan lupa dan ini penyebab lain dari kesalahan dalam informasi transaksi. Minimal format pencatatan kas atau banknya seperti yang saya contohkan di bawah ini.

Dengan pencatatan kas dan bank harian seperti ini maka disaat anda meminta bantuan orang yang memiliki kemampuan akuntansi dalam menyusun Laporan Keuangan jauh lebih mudah dan cepat, seberapa banyak apapun transaksinya.

2. Jaga Bukti Transaksi Harian

Transaksi pastilah memiliki bukti, jika tidak ada bukti seperti anda belanja ke warung maka anda bisa membuat bukti internal yang disetujui oleh atasan atau yang berwenang. Mengapa ini perlu di jaga karena poin 1 di atas akan sulit dipertangungjawabkan jika suatu saat anda membutuhkan Laporan Keuangan anda di percaya olah orang lain dan kemudian dilakukan Audit.

Cara Menjaganya, semua bukti juga di urutankan pertanggal transaksi, misal anda tempel di kertas HVS dan masukan ke binder outner secara harian, maka ia akan tersusun rapi dan berurutan. Jika anda telah melakukan dua poin ini secara rapih maka dengan ini sebagai data awal penyusunan Laporan Keuangan sudah sangat cukup, terkait angka lain hanya berbasis pada saldo saat Cut off Laporan Keuangan di susun.