Lainnya

Management Accounting pada gerai kopi

Management Accounting pada gerai kopi

Mengelola biaya dengan baik sangat diperlukan bagi pemilik gerai kopi. Tanpa ada tendensi apapun pada satu merek, contoh berikut memberikan kita pengetahuan lebih bagaimana mengurangi biaya yang berhubungan langsung dengan produk. Setiap kita mengenal Starbuck. Konsumen merasakan status sosial tertentu ketika ngopi di Starbuck namun bila dompet konsumen resesi, Starbuck pun menghadapi masalah.

Bagi Starbuck, keuntungan itu bergantung bagaimana membuat minuman berkualitas tinggi dengan harga yang murah. Pemahaman yang dalam tentang biaya yang berkaitan langsung dengan minuman menjadi sangat penting. Untuk itu, analisa varian membantu manajer untuk menemukan dan menjaga keuntungan tetap berjalan. Bagi Starbuck, dua komponen penting di gerai kopi ialah bahan baku dan tenaga kerja.

Yang termasuk bahan baku ialah biji kopi, susu, sirup aneka rasa, kue kering, cangkir kertas dan penutupnya. Untuk mengurangi biaya bahan baku, Starbuck hanya berfokus pada kopi dan susu. Untuk kopi, Starbuck menghindari pemborosan dengan tidak mengsangrai biji kopi di sore dan malam hari ketika pengunjung mulai sepi. Barista juga diinstruksikan hanya menyeduh kopi yang ada ketika konsumen memesan. Naiknya harga susu ( 10% dari biaya penjualan ), membuat Starbuck merubah komposisi susu menjadi 2% saja, menjadi lebih sehat dan mengurangi biaya.

Biaya tenaga kerja, sebesar 24% dari penjualan tahunan, juga menjadi fokus. Starbuck mengadopsi metode produksi “LEAN”. Keterlibatan barista sebesar 30% untuk berada dibelakang meja bar, mengambil item, mencampur minuman, membuat operasional Starbuck lebih efisien. Melalui perubahan kecil – menaruh biji kopi pada tempat yang mudah dijangkau barista, menaruh sirup di tempat yang dekat dengan tempat membuat minuman, memberi stiker warna berbeda untuk wadah susu dengan lemak, tanpa lemak dan susu kedelai -  membuat Starbuck merasakan peningkatan transaksi sebesar 10% walaupun dengan jumlah personel yang sama bahkan lebih sedikit.

Perusahaan juga mensejajarkan biaya tenaga kerja dengan harga produknya. Starbuck memotong harga minuman yang mudah dibuat contohnya drip coffee namun menaikkan harga sebesar 30% untuk minuman yang sulit dibuat contohnya venti caramel macchiato.

Semua upaya diatas menghasilkan perubahan. Pada tahun fiskal 2009, Starbuck berhasil mengurangi biaya operasional sebesar USD 320 million atau 8,5%. Fokus pada biaya yang berkaitan langsung dengan produk menjadi hal penting menuju kesuksesan di tengah kondisi ekonomi apapun.

 

Berminat usaha kopi?

 

Rujukan

Hongren, Charles T. Datar, Srikant M. Rajan, Madhav (2012). Cost Accounting, Managerial Emphasis 14th . Prentice Hall